| Abstract : Don A. Flassy |
|
|
|
|
Papua Cultural Diversity in the Context of Melanesian Traditions and Culture, towards Melanesianology (Melanesianist) and Papuanistics (Papuanist) Don A.L. Flassy and Marlina Flassy As for target to be reached here is to instruct this presentation on digging deeply the knowledge and recognition on Papua which in this case both naturally (race and cultural environment) is Melanesian or in its dissimilar facet as integrated shares within Indonesian which is common message of this erudite summit of International Conference on Culture Diversity of Papua-Melanesia with in Cultural Mosaic of Indonesia. By understanding of the knowledge regarding the region (field of study/fos) as developed in the University of Leyden, Melanesia is knowing as part of Oceania which is side by side with Indonesia as part of South-East Asia. Assembled in studies of Department of South East Asia and Oceania, Faculty of Arts, State University of Leyden (Vakgroep Zuid-Oost Azie en Oceanie, Faculteit der Letteren, Rijks Universiteit Leiden). It had happened on its days, the knowledge of Indonesia or Nusantara referred as Indologie (Indology) become vital important in the Netherlands in equipping the knowledge of officials and workers to serve in the Dutch Indies. The knowledge of Indonesia or Indology guaranteed by all experts of Indonesia or Indoloog (Indologist). The same cues go into effect also on the knowledge of Chinese by all Chineoloog and so do on the knowledge of about Slavish (East Europe), Arabic, Caribbean and so on. While the knowledge of Melanesia or Malanesianology in more emphasized at anthropology had taken place long since expert of Melanesia or Melanesianist Franz Boas doing anthropological field work here in 1896. Focus on the knowledge of Papua have there ever understanding (Stokhof, Project IRIS and ISIR, 1998) the existence of Papuanistik which its expert referred as Papuanist. Special on Language studies, had taken place Papuanists’ Workshop (expert of Papua/Papuanistik) the first took place at 27-29 October 2006 and the last (second) at 28-29 June 2008 in Sydney designed by Sydney University work along by RSPAS, ANU-Canberra.
This presentation in consequence is tending to show the existence of the definition of Melanesia and Papua from various view both physical (tangible) and also non-physical (intangible). Regionally, Melanesia with Micronesia and Polynesia are part of Oceania. The region of Melanesia spread from Fiji representing boundary of east periphery up to west by periphery Moluccas, and NTT. In this presentation also proposed on belief and the practice of customary communities which ethno geographically known as Melanesian groups affirmed by the presentation on values of philosophy which is embraced by Melanesian societies in West Papua. The philosophy properties emerge among others in metaphorical expression and Language experience teaching the way of associating and act with in the centre of social cultural environment of Melanesia. This presentation as for the reason at typically shares is also studied on the culture of Melanesia in Land of Papua concerning the name Papua, history, and inclusively the seven aspect of sociologist or aspect of ethnography like: human being in environmentally, language, its belief, living and economics, human being with pattern of consanguinity and its alliance, human being with power or pattern of its leadership, human being with exploiting of its leeway or artistry from the groups of Melanesia in Papua which is spread round at 13 culture region ( 7 in West Papua and 6 in PNG) or in 3 zones of cultural regions of Melanesia (Melanesia Archipelago, Island of Papua and Indo-Melanesia).
Keragaman Budaya Papua dalam Konteks Tradisi dan Budaya Melanesia, Jalan Menuju Melanesianologi (Melanesianist) dan Papuanistik (Papuanist) Don A.L. Flassy dan Marlina Flassy Adapun tujuan yang hendak dicapai adalah mengarahkan penyajian pada pendalaman pengenalan dan pengetahuan tentang Papua yang dalam hal ini secara kodrat (ras dan lingkungan budaya) adalah Melanesia namun di segi lain adalah bagian terintegrasi dalam Indonesia sebagaimana dari pesan umum temu ilmiah ini yaitu Konferensi Internasional Keragaman Budaya Papua-Melanesia dalam Mosaik Budaya Indonesia. Dari pemahaman pengetahuan tentang pengetahuan kewilayahan (field of study/fos) sebagaimana dikembangkan di Universitas Leiden pengetahuan tentang Melanesia adalah bagian dari Oceania (Melanesia, Polynesia dan Micronesia) bersisian dengan Indonsia adalah bagian dari Asia Tenggara (South East Asia). Dirakit dalam studi-studi Jurusan Asia Tenggara dan Oceania, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Leiden (Vakgroep Zuid-Oost Azie en Oceanie, Faculteit der Letteren, Rijks Universiteit Leiden). Pada jamannya pengetahuan tentang Indonesia atau Nusantara disebut Indologie (Indology) menjadi sangat penting di Belanda dalam mempersiapkan para ambtenar dan petugas untuk bekerja di Hindia Belanda. Pengetahuan tentang Indonesia atau Indologie dijamin para ahli Indonesia atau Indoloog (Indologist). Keterturutan yang sama berlaku pula pada pengetahuan tentang Cina oleh para Chineoloog demikian juga pengetahuan tentang Slavish (Eropa Timur), Arabic, Caribia dan seterusnya. Sementara pengetahuan tentang Melanesia atau Malanesianologie secara yang lebih ditekankan pada antropologi sudah berlangsung lama sejak ahli Melanesia atau Melanesianist Franz Boas melakukan studi antropologi di sini pada tahun 1896. Fokus tentang pengetahuan Papua pernah ada pemahaman (Stokhof, Proyek Iris dan Isir, 1998) adanya Papuanistik yang para ahlinya disebut Papuanist. Khusus tentang kajian kebahasaan telah berlangsung Workshop Papuanists (ahli Papua/Papuanistik) yang pertama berlangsung pada 27-29 October 2006 dan terakhir (kedua) pada 28-29 Juni 2008 di Sydney dirancang oleh Sydney University bekerjasama dengan RSPAS ANU-Canberra. Penyajian ini karena itu berupaya menunjukkan eksistensi dari batasan Melanesia dan Papua dari berbagai pandangan baik fisik (tangible) maupun nonfisik (intangible). Secara perwilayahan Melanesia bersama Micronesia dan Polynesia adalah bagian dari Oceania. Perwilayahan Melanesia tersebar dari Fiji yang merupakan batas periferi tertimur membentang ke arah barat dengan periferi Maluku, dan NTT. Dalam penyajian ini juga dikemukakan tentang kepercayaan dan praktek masyarakat adat yang secara ethnogeografis dikenal sebagai kelompok Melanesia, ditegaskan melalui pemaparan mengenai nilai-nilai filosofi dalam hal ini terfokus yang dianut oleh masyarakat Melanesia di Papua Barat. Kekayaan falsafah itu muncul antara lain dalam ungkapan metaforis dan pengalaman berbahasa yang mengajarkan cara bergaul dan bertindak di tengah-tengah lingkungan sosial budaya Melanesia. Penyajian ini oleh karenanya pada bagian yang khas juga dibahas tentang budaya Melanesia di Tanah Papua menyangkut nama Papua, sejarah, dan termasuk di dalamnya ke-tujuh aspek sosilogis atau aspek ethnografis seperti: manusia dengan lingkungan, bahasa, kepercayaannya, mata pencaharian dan ekonomi, manusia dengan pola kekerabatan dan aliansinya, manusia dengan kekuasaan atau pola kepemimpinannya, manusia dengan pemanfaatan waktu luang atau keseniannya dari kelompok Melanesia di Papua yang tersebar pada 13 wilayah kebudayaan (7 di Papua Barat dan 6 di PNG) atau dalam 3 zona regio budaya Melanesia (Kepulauan Melanesia, Pulau Papua dan Indo-Melanesia). |
| < Prev | Next > |
|---|
The Committee / Susunan Panitia
Term of Reference / Kerangka Acuan
CV of Speaker / Data Diri Pembicara