Skip to content
You are here: Home
Preserving Our Culture for Sustainable Development in Tanah Papua
Gubernur Papua, Barnabas Suebu Buka Konferensi Keanekaragaman Budaya Papua PDF Print E-mail

(www.antaramaluku.com)

Gubernur Papua Barnabas Suebu membuka konferensi internasional keanekaragaman budaya Papua dalam mosaik budaya Indonesia 8 – 11 November 2010.

 

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Papua bekerjasama dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, UNDP Indonesia, dan UNESCO, bertempat di Sasana Krida, Jayapura, Senin “Kegiatan semacam ini, sangat penting dilakukan, karena akan lebih memperkenalkan keanekaragaman budaya Papua sekaligus melestarikannya,” kata Barnabas Suebu.


Dia menjelaskan, latar belakang dan konteks yang akan dibahas mencakup Papua pada bagian barat seluruh pulau New Guinea, yang terdiri dari Provinsi Papua dan Papua Barat Indonesia.

 

Keragaman budaya yang luas ini, ujarnya, memanifestasikan dirinya sebagai warisan budaya berwujud atau tidak berwujud.

 

“Warisan berwujud mencakup, budaya materi mata pencaharian, transportasi dan arsitektur, sedangkan warisan tak berwujud meliputi bahasa, spiritualitas, norma-norma dan nilai-nilai, organisasi sosial, dan pengetahuan lokal.

 

Hasil kekayaan keanekaragaman budaya di Papua bagian dari strategi kreatif dari adat Papua untuk secara dinamis beradaptasi dengan baik lingkungan alam dan sosial,” ujarnya.

 

Menurut dia dari sudut pandang antropologis, penduduk asli Papua termasuk ke dalam wilayah budaya Melanesia, yang membentang dari Maluku dan Nusa Tenggara di sebelah barat di atas pulau New Guinea dan Kepulauan Solomon sejauh ke timur seperti Fiji, Vanuatu, dan New Kaledonia. Orang-orang di daerah dekat ini berbagi sifat genetik dan budaya umum.

 

Orang-orang asli Papua saat ini dihadapkan dengan beberapa tantangan dan keprihatinan karena banyak faktor seperti urbanisasi, migrasi, mobilitas pekerjaan dan globalisasi. Akibatnya, sebagian besar dari 250 kelompok budaya dan bahasa sekarang dalam bahaya menghilang.

 

Dengan demikian, Pemerintah Provinsi Papua bertekad untuk melestarikan keragaman budaya dan identitas orang asli daerah itu.

 

“Ini termasuk dukungan pengetahuan adat, nilai-nilai lokal dan ekspresi budaya yang beragam, untuk pembangunan berkelanjutan di Papua. Pandangan ini sesuai dengan Konvensi UNESCO tentang Perlindungan dan Promosi Keanekaragaman Ekspresi Budaya, yang menyatakan bahwa keragaman budaya dapat memainkan peran positif dalam memperkaya proses pembangunan,” katanya.

 

Gubernur menegaskan, tujuan konferensi adalah sepenuhnya untuk memahami dan menghargai keanekaragaman budaya Papua, untuk memperkuat perlindungan, konservasi, dan promosi warisan budaya Papua dalam segala bentuknya tangible dan intangible, bergerak dan tidak bergerak.Juga, memromosikan dialog antara negara-negara tetangga dan daerah, dan membuat satu set rekomendasi, prinsip dan tindakan untuk pertimbangan baik di tingkat nasional dan regional.

 

“Tujuan utama dari Konferensi Internasional tentang Keragaman Budaya Papua adalah untuk mengidentifikasi keprihatinan utama dan menyarankan tindakan yang diperlukan kepada pemerintah daerah. Ini akan dibahas dan diputuskan dalam konsultasi dengan pemangku kepentingan, para ahli nasional dan internasional, dan relevan badan-badan PBB pembangunan,” tegasnya.

Peserta konferensi mencakup, akademisi, perwakilan dari departemen kebudayaan dan pariwisata, Pemerintah Nasional Timor Leste, Papua New Guinea, Kepulauan Solomon, Vanuatu, Fiji, dan Pemerintah wilayah Kaledonia Baru, komunitas-komunitas agama dan budaya tradisional di Papua Organisasi Non Pemerintah (LSM).

 

Selain itu, ahli yang memromosikan budaya dan pariwisata, media profesional, dan Menteri serta duta besar dari negara-negara yang relevan.

 

Diperkirakan, peserta konferensi internasional mengenai keanekaragaman budaya Papua sebanyak 300 dan sekitar 80 peserta dari berasal dari luar negeri  akan berpartisipasi dalam konferensi tersebut.
 
< Prev   Next >
 

MESSAGE FROM GOVERNOR

governor.jpg

See Message / Lihat Pesan  

VISITOR / PENGUNJUNG

welcome1.jpg

PAPUA TIME / WAKTU DI PAPUA

LINK :INDONESIA GOVERNMENT WEBSITE

link_pemerintah_ri.jpg

LINK : GOVERNMENT OF PAPUA

link_pemda_papua.jpg

LINK : UNESCO JAKARTA

link_unesco.jpg

LINK : UNDP INDONESIA

INFO HOTEL

SWISS BELL HOTEL PAPUA
Jl. Pasifik Permai Ruko, Jayapura,
Phone +62967-551888

HOTEL MATOA
Jl. A. Yani No.14, Jayapura,
Phone +62967-531633

HOTEL ASTON JAYAPURA
Jl. percetakan Negara No. 50 - 58, Jayapura
Phone +62967-531633

HOTEL PAPUA       
Jl. Percetakan No. 78, Jayapura,
Phone +62967-535800, 532900

HOTEL YASMIN
Jl. Percetakan No. 6,  Jayapura,
Phone +62967-533222 

YOTEFA VIEW HOTEL
Jl. Soa Siu No. 13, Dok V Bawah, Jayapura
Phone +62967-532044

HOTEL TIRTA MANDALA       
Jl. Samudera Dok V No.42, Jayapura,
Phone +62967-536304 

EMERGENCY PHONE

AMBULANCE SERVICE
Phone +62 967 118 , 533118

SOS / BADAN SAR NASIONAL
Jl. Yabaso Bandara Sentani
Phone +62 967 593301, 591093

POLICE  PAPUA RESORT
Jl. Dr. Sam Ratulangi No.8 Jayapura
Phone +62 967 531027

POLICE JAYAPURA RESORT
Jl. Jend. A.Yani
Phone +62 967 534161
 
POLICE SENTANI RESORT
Jl. Doyo Baru Sentani
Phone +62 967 591105 
pict-03.jpg

Who's Online

We have 10 guests online

Main Menu

Home
Contact Us

SELECT LANGUAGE / BAHASA

pict-01.jpg

FROM US / DARI KAMI

Website ICPDC ini dikembangkan oleh Sekretariat International Conference on Papuan Cultural Diversity in The Mosaic of Indonesia Cultutres yang berada dibawah koordinasi Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua, Jayapura - Papua, Gedung A Otonom, Jl. Raya Abepura, Kotaraja - Jayapura Telp. /Fax +62967 581529, +62967 581260, +62967 581411, +62967 581104. Segala kritik, masukan dan saran dapat disampaikan : This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

LINK ADVERTISEMENT

header-fakfakinfo.jpg
indonesia_travel.jpg
tn_wasur.jpg
konservasi_papua.jpg
mitra_papua.jpg
ibcpapua.jpg

FOLLOW US ON FACEBOOK

facebook icpcd papua

LINK : VISIT INDONESIA 2010

visit_indonesia_2010.jpg

MESSAGE / PESAN ANDA


ShoutMix chat widget

Syndicate